Tampilkan postingan dengan label PAS Lestari Desa Seloliman Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto Jawa Timur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PAS Lestari Desa Seloliman Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto Jawa Timur. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 Januari 2018

Seminar Lingkungan Hidup di Kemah Alam dan Budaya

SEMINAR LINGKUNGAN HIDUP

Kegiatan Kemah Alam dan Budaya di Buper Jolotundo diisi dengan kegiatan seminar lingkungan. Narasumber atau pemateri adalah Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mojokerto. Pokok bahasan dalam seminar adalah sekolah Adiwiyata. Tentu saja seluruh peserta yang dari unsur pelajar antusis mengikuti dengan seksama materi yang disampaikan.
Ada banyak hal yang terungkap, ada banyak hal yang akhirnya muncul dikepalapara peserta. Ada banyak angan-angan dan ada banyak keinginan untuk semakin memperdalam sekolah hijau, sekolah bebas sampah, sekolah sejuk dan sekolah ramah.
Semoga harapan-harapan ini dapat terwujud di sekoah masing-masing.
Selepas Seminar, para peserta melaksanakan RITUAL API UNGGUN. Panitia, pendamping siswa dan seluruh siswa mengikuti prosesi dengan hitmat. Lantunan puisi, lagu-lagu perjuangan, lagu-lagu keindahan dilantunkan secara berurutan oleh masing-masing kelompok.
Sungguh malam yang begitu indah, malam yang menyenangkan. Seluruh peserta larut dalam suasana hening, suasana keakraban.
Bersama PT. YAKULT INDONESIA PERSADA, PAS Lestari dan para peserta yang terdiri atas :
        1.         SMK Tambakboyo Trawas Mojokerto
         2.         MA wahid Hasyim Trawas Mojokerto
         3.         SMA Asy Syafi’iyah Ngoro Mojokerto
         4.         SMK Islam Penanggungan Ngoro Mojokerto
         5.         SMA Negeri I Ngoro Mojokerto
         6.         SMA Muhammadiyah Ngoro Mojokerto
         7.         MA Al Islam Ngoro Mojokerto
         8.         MA Negeri I Mojosari Mojokerto
         9.         SMK Pahlawan Mojosari Mojokerto
       10.       SMK Kesehatan Nusantara Medika Tulangan Sidoarjo
Kami semua bergembira, kami semua dekat dengan alam dan hutan





Selasa, 02 Januari 2018

Hari Pertama Kemah Alam dan Budaya

HARI PERTAMA KEMAH ALAM DAN BUDAYA
Sambil menyambut para peserta kemah mengisi registrasi kehadiran, anak-anak PAS Lestari memainkan music akustik. Lagu-lagu reggae terus menerus dilantunkan. Sesekali menyanyikan lagu dangdut dan diseligi pula dengan lagu-lagu balada.
Beberapa hal menarik sebagai pengalaman adalah, memasang puluhan tenda domp dengan cepat dan tepat ditengah guyuran hujan. Anak-anak PAS Lestari berjibaku dengan hujan dan waktu. Tidak ada halangan, tidak ada rasa capek. Karena kita melatih diri untuk selalu semangat.
Beberapa personil menata bibit tanaman dan di hias sedemikian rupa. Sejak pagi sampai siang terus menata ratusan bibit dalam rangka dilaksanakan prosesi ruwat WANAGUNG sebelum besoknya ditanam.
Sementara tenda besar / terop dipasang sejak jumat sore. Takutnya kalau dipasang sabtu pagi, tak cukup waktu untuk aktifitas persiapan yang lain. Dan tempat sampah juga disiapkan sejak jumat sore pula.
Peserta mulai berdatangan sejak jam satu (1) siang dan jam tiga (3) sudah datang semua. Masing-masing sekolah mengirimkan sepuluh (10) waklinya dan ditemani oleh dua (2) Pembina.
Daftar peserta :
SMK Tambakboyo Trawas Mojokerto
MA wahid Hasyim Trawas Mojokerto
SMA Asy Syafi’iyah Ngoro Mojokerto
SMK Islam Penanggungan Ngoro Mojokerto
SMA Negeri I Ngoro Mojokerto
SMA Muhammadiyah Ngoro Mojokerto
MA Al Islam Ngoro Mojokerto
MA Negeri I Mojosari Mojokerto
SMK Pahlawan Mojosari Mojokerto
SMK Kesehatan Nusantara Medika Tulangan Sidoarjo

Sementara hari  pertama perwakilan dari PT. YAKULT INDONESIA PERSADA adalah P.M Reza. Sekaligus kita minta untuk menyerahkan kaos panitia secara simbolis.








Kamis, 07 Desember 2017

MEMANTABKAN PENGHIJAUAN GUNUNG PENANGGUNGAN bersama PT. YAKULT INDONESIA PERSADA

MEMANTABKAN PENGHIJAUAN GUNUNG PENANGGUNGAN bersama PT. YAKULT INDONESIA PERSADA

Sosialisasi yang ke empat akhirnya terlaksana di barat laut Gunung Penanggungan / Pawitra tepatnya di Desa Seloliman Kec. Trawas Kab. Mojokerto.  Seharusnya sosialisasi yang ke empat ini di Desa Kunjorowesi Kec. Ngoro Mojokerto. Lagi-lagi kita terkendala situasi, selain musim hujan sudah datang, situasi wilayah sedang berkonflik dengan adanya tambang galian C atau tambang sirtu. Tak apalah, lain waktu kita akan melakukan kembali disana.
Ternyata, antusias warga Desa Seloliman luar biasa sangat meledak-ledak. Hal ini dapat dilihat dari tingkat kehadiran, dan semangatnya untuk mempertajam dialog pasca sosialisasi.
Pada sosialisasi ini, PAS Lestari bersama PT. YAKULT menghadirkan narasumber lokal yang berkompeten menjelaskan dan mengajak warga lain untuk CINTA HUTAN. Beberapa narasumber adalah Mbah Dateng selaku pesanggem atau petani hutan, Pak Mukadi adalah pengurus Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), serta Mas M. Reza dari PT Yakult yang bertugas memberikan tambahan wawasan tentang kiprah PT Yakult dalam mendukung Pelestarian Alam dengan pendekatan peningkatan pendapatan petani penggarap. Walaupun tidak banyak yang bertanya dalam forum, semua wawasan menjadi bahan untuk menyemangati warga pinggiran hutan untuk CINTA HUTAN SETIAP HARI.  









Jumat, 17 November 2017

Kemah Alam dan Budaya

KEMAH ALAM DAN BUDAYA

LATAR BELAKANG
Kawasan Gunung Penanggungan atau sebutan lain Gunung Pawitra sebagian besar wilayahnya berada di Kabupaten Mojokerto dan sebagian lagi berada di Kabupaten Pasuruan.. Gunung Penanggungan / Pawitra adalah gunung Purba dengan ketinggian 1.600 m dpl.  Kata “PAWITRA” berasal dari Bahasa sansekerta yang artinya “SUCI”.
Kami meyakini bahwa kawasan gunung penangungan beserta hutan yang mengelilinginya adalah “TANDON AIR”. Hal ini dapat dibuktikan dengan sumber-sumber air yang keluar dari kaki gunung Penanggungan. Terdapat sumber air sebanyak 33 titik mata air yang tersebar di 4 (empat) penjuru mata angin.

Potensi sumberdaya alam dan potensi Budaya Gunung Penanggungan adalah :
a.      Hutan alam / lindung
b.      Hutan produksi
c.       Situs purbakala yang berada disepanjang lerengnya

PERMASALAHAN
Adapun permasalahan yang berpotensi merusak potensi sumberdaya alam dan budaya di Gunung Penanggungan adalah :
1.      Alih fungsi hutan lindung menjadi lahan tanaman musiman (ketela pohon, pisang, jahe, lombok, dll) oleh warga setempat,
2.      Perburuan satwa liar dihutan gunung Penanggungan,
3.      Jalur pendakian yang berpindah-pindah sehingga menciptakan jalur banjir baru,
4.      Sampah sisa kegiatan para pendaki,
5.      Jalur sepeda motor yang berpotensi menciptakan jalur banjir baru,
6.      Berkurangnya pepohonan endemik (gondang, ara/lo, bulu, kadutan, kluncing, dll) karena kegiatan pembabatan oleh warga setempat.
7.      Berkurangnya pepohonan produktif endemik (kemiri, kluwak, lerak, joho,Bendo dll) karena pembabatan dan perusakan.





TINDAKAN YANG DIPERLUKAN
Melalui kegiatan kemah alam dan budaya, tindakan yang perlu dan segera dilakukan adalah :
1.      Menggalang semangat generasi muda untuk terlibat secara langsung dalam upaya konservasi atau penghijauan secara rutin dan terus menerus,
2.      Menggalang keterlibatan para para pemerhati alam, pecinta alam agar ikut serta serius membangun kesadaran warga pinggiran hutan,
3.      Melakukan penyadaran warga pemanfaat hutan agar berperilaku cinta alam dan memanfaatkan hutan secara bijak dan lestari.

Kemah Alam dan Budaya menghadirkan generasi muda khususnya pelajar SMA atau sederajat, Pecinta alam, Seniman dan Budayawan. Semua pihak terkait agar bias berkumpul dan berfikir dalam rangka menjaga keberlanjutan alam dan mewujudkan tata kelola hutan yang lestari.

TUJUAN
Adapun tujuan dari kegiatan Kemah Alam dan Budaya adalah :
1.      Memberikan pemahaman pada generasi muda dan pelajar tentang tata kelola hutan lindung yang lestari,
2.      Meningkatkan pengetahuan mengenai perlindungan ekosistem alam,
3.      Mengajak generasi muda dan pelajar untuk peduli terhadap alam semesta,
4.      Memberikan peluang dan kesempatan generasi muda dan pelajar dalam upaya pelestarian hutan lindung.

HASIL YANG DIHARAPKAN
Melalui kegiatan Kemah Alam dan Budaya, hasil yang ingin dicapai adalah :
1.      Menanamkan jiwa patriotisme generasi muda dan pelajar untuk bergerak dalam upaya perlindungan alam semesta,
2.      Menanamkan rasa peduli terhadap keseimbangan hutan lindung,
3.      Generasi muda dan pelajar siap bergerak dalam aksi penghijauan hutan lindung.

Waktu dan Tempat Kegiatan
Kegiatan Kemah Alam dan Budaya dilaksanakan pada :
Hari                 : Sabtu – Minggu
Tanggal          : 25 s/d 26 November 2017
Tempat           : Bumi Perkemahan candi Jolotundo



Kelompok Sasaran
Kegiatan Kemah Alam dan Budaya diikutioleh :
ü  Kelompok-kelompok pemuda
ü  Kelompok-kelompok pelajar SMA dan sederajat
ü  Kelompok-kelompok pemerhati alam dan budaya
Diwilayah Kecamatan Trawas, Ngoro, Pungging dan Mojosari serta wilayah Kabupaten Pasuruan dan Sidoarjo serta Surabaya.

Perkiraan jumlah peserta :
1.      Pramuka SMA dan sederajat sebanyak : 100 siswa,
wilayah Kec. Trawas, Ngoro, Pungging dan Ngoro Kab. Mojokerto
2.      Pecinta alam, seniman dan budayawan sebanyak : 30 orang,
3.      Panitia sebanyak : 30 orang
4.      Undangan Umum 30 Orang

Pelaksana Kegiatan
Kegiatan Kemah Alam dan Budaya dilaksanakan oleh :
Pawitra Airlangga Sakta / PAS Lestari, Organisasi yang bergerak dalam bidang Pelestarian Sumberdaya Alam dan Kebudayaan.
Sekretariat PAS Lestari : Kampung Budaya Erlangga Djoyo
Alamat: Dsn. Biting RT. 05 RW. 07 Ds. Seloliman-Trawas-Mojokerto

Bekerjasama dengan
1.      Perum Perhutani KPH Pasuruan
2.      Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mojokerto

Demikian permohonan naras umber ini disampaikan, atas perhatian dan kehadirannya kami ucapkan terima kasih.

Ketua PAS Lestari




      MULYONO


Kamis, 12 Oktober 2017

PENYULUHAN DI DESA DUYUNG

BERKELILING DI KAKI GUNUNG PENANGGUNGAN

PAS Lestari bersama PT. YAKULT INDONESIA PERSADA bersepakat untuk berkeliling di sepanjang kaki gunung Penanggungan. Bukan hanya sekedar berkeliling, akan tetapi kami mengajak pada seluruh warga, seluruh masyarakat desa, seluruh generasi untuk “CINTA ALAM SETIAP HARI”.
Berkeliling pada 4 penjuru mata angin gunung Penanggungan di dua kecamatan wilayah Kabupaten Mojokerto. Nama lain dari gunung Penanggungan adalah gunung Pawitra.
Di sepanjang lerengnya terdapat hutan lindung dan hutan produksi seluas 600 hektar yang mengelilinginya.
Ide dasar yang melatar belakangi gagasan kampanye cinta hutan setiap hari di 4 penjuru mata angin gunung Pawitra adalah :
Pelestarian sumber air kaki Pawitra. Sebanyak 33 titik sumber air. Sumber-sumber air bermanfaat bagi kegiatan masyarakat ; air minum, air pertanian dan industry khususnya di Ngoro Industry persada (NIP) Kabupaten Mojokerto.
Rawan longsor yang cukup tinggi. Karena banyak terdapat lereng-lereng terjal. Sementara desa-desa penyangga selaku daerah penyangga banyak terdapat pertambangan sirtu baik yang legal maupun tradisional.
Jadwal keliling kita mulai dari wilayah Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto yaitu Desa Duyung Kecamatan Trawas.
Ada 2 tim penyuluhan yang terlibat yaitu :
Tim PAS Lestari, dan
Tim marketing PT Yakult Indonesia Persada Jawa Timur
Kegiatan pertama di Desa Duyung Kecamatan Trawas Kab. Mojokerto dilaksanakan pada :  
Hari Minggu, 24 September 2017.
Waktu kegiatan mulai pukul 17.00 – 21.00
Tanggapan masyarakat Desa Duyung :
Warga senang mendapatkan keterangan mengenai perhutanan sosial
Warga antusias mengikuti penyuluhan minuman kesehatan dari Tim Yakult.











Senin, 02 Oktober 2017

Kerjasama Program PAS Lestari bersama PT YAKULT INDONESIA PERSADA

MENYATAKAN KOMITMEN KERJASAMA

Setelah berbagai proses telah dilaksanakan, akhirnya sampai pada sebuah hal penting sebagai tanda komitmen bersama dalam melaksanakan program konservasi alam.
PT YAKULT INDONESIA PERSADA menyatakan komitmennya untuk mendukung program konservasi alam yang dilaksanakan oleh PAS Lestari.
Dengan segala kekuatan dan kelemahannya, PAS Lestari siap menerima tantangan pelaksanaan program konservasi alam di kawasan Gunung Penanggungan Kabupaten Mojokerto.
Akhirnya berbagai rangkaian kegiatan bisa tertuang dengan lengkap dalam sebuah berita acara Memorandum of Understanding (MoU). Penandatanganan dilakukan antara PT YAKULT INDONESIA PERSADA dengan PAS Lestari. PT YAKULT diwakili oleh Presiden Direktur (SANAE UENO) dan Wakil Presiden Direktur (HIROYUKI KAWADA). Sedangkan dari PAS Lestari diwakili oleh Diretur (MULYONO).
Secara umum, rapat dan presentasi sebelum penandatangan MoU berjalan dengan baik dan kedua belah pihak saling menerima segala persyaratan yang berlaku dalam perjanjian kerjasama program ini.
Adapun poin-poin program yang tertuang dalam kesepakatan sebagai berikut :
Tahap I
1.      Penyuluhan Keliling
2.      Kemah konservasi alam dan budaya
3.      Pembibitan tanaman hutan lindung
Tahap II
1.      Pembibitan tanaman produktif agroforestry
2.      Pelatihan budaya tanaman kopi
3.      Pelatihan pembuatan pupuk organic
4.      Penanaman tanaman hutan lindung
5.      Penanaman tanaman produktif agroforestry
6.      Penanaman tanaman hutan di NIP
Tahap III
1.      Penyulaman dan perawatan tanaman hutan lindung
2.      Penyulaman dan perawatan tanaman produktif agroforestry
3.      Penyulaman dan perawatan tanaman hutan NIP
4.      Evaluasi dan laporan akhir

Akhirnya poin-poin ini disepakati oleh kedua belah pihak antara PAS Lestari dan PT YAKULT INDONESIA PERSADA.

Ada hal lain yang perlu kami ungkap yaitu pengalaman personel PAS Lestari berangkat menuju Jakarta untuk melaksanakan tanda tangan MoU. Pengalaman pertama pertama masuk bandara, pengalaman naik pesawat dan pengalaman pertama menginjakkan kaki di Ibu kota Jakarta.
Dijemput oleh Bapak Murjoko di bandara Suta, dikantor PT YAKULT disambut oleh Bapak Zulkarnain. Diajak makan siang terlebih dulu. Setelah itu kita mencari tempat merokok diluar gedung. Naik lift juga pertama kali. Disuguhi kopi kota, tak terasa sehingga harus mencari kopi ndeso / kopi ala desa.
Setelah terasa segar dengan menyeruput kopi desa, kita naik lift lagi menuju ruangan utama untuk bertemu dengan Direktur dan Wakil Direktur. Melaksanakan prosesi tanda tangan dan langsung disambung dengan ramah tamah.
Sebelum kami dikembalikan ke Bandara Halim oleh Pak Murjoko, terlebih dulu kita rapat dengan tim CSR PT YAKULT yang dipimpin oleh Bapak Zulkarnain. Sebelum boarding, kita menyempatkan diri untuk ngopi dulu. Dan akhirnya kita terbang lagi menuju Juanda, naik pesawat lagi, pengalaman kedua lagi.

Semoga perjalanan program ini sesuai dengan harapan kita semua, harapan alam dan harapan masyarakat.