KEMAH KONSERVASI DAN BUDAYA
Dalam rangka mengenalkan dan mendekatkan kaum muda pada alam semesta khususnya hutan lindung. maka PAS Lestari mengadakan kegiatan kemah pada :
Hari : Sabtu - Minggu
Tanggal : 5 - 6 Nopember 2016
Tempat : Bumi Perkemahan candi Jolotundo
Acara :
1. Penanaman
2. Aksi bersih-bersih kawasan situs
3. Launching Demplot ekosistem resapan air
Kegiatan terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya (Gratis)
Bagi yang berminat kami persilahkan hubungi panitia
Mulyono : 0852 3162 7212
Agus Ludin : 0857 3099 4269
Ahmad Junaidi : 0857 3085 3477
E-mail : paslestari@gmail.com
Informasi lebih lanjut silahkan menghubungi kontak diatas
Terima kasih
Rabu, 12 Oktober 2016
Pengumuman dan Undangan Kemah Konservasi dan Budaya
KEMAH KONSERVASI DAN BUDAYA
Dalam rangka mengenalkan dan mendekatkan kaum muda pada alam semesta khususnya hutan lindung. maka PAS Lestari mengadakan kegiatan kemah pada :
Hari : Sabtu - Minggu
Tanggal : 5 - 6 Nopember 2016
Tempat : Bumi Perkemahan candi Jolotundo
Acara :
1. Penanaman
2. Aksi bersih-bersih kawasan situs
3. Launching Demplot ekosistem resapan air
Kegiatan terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya (Gratis)
Bagi yang berminat kami persilahkan hubungi panitia
Mulyono : 0852 3162 7212
Agus Ludin : 0857 3099 4269
Ahmad Junaidi : 0857 3085 3477
E-mail : paslestari@gmail.com
Informasi lebih lanjut silahkan menghubungi kontak diatas
Terima kasih
Dalam rangka mengenalkan dan mendekatkan kaum muda pada alam semesta khususnya hutan lindung. maka PAS Lestari mengadakan kegiatan kemah pada :
Hari : Sabtu - Minggu
Tanggal : 5 - 6 Nopember 2016
Tempat : Bumi Perkemahan candi Jolotundo
Acara :
1. Penanaman
2. Aksi bersih-bersih kawasan situs
3. Launching Demplot ekosistem resapan air
Kegiatan terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya (Gratis)
Bagi yang berminat kami persilahkan hubungi panitia
Mulyono : 0852 3162 7212
Agus Ludin : 0857 3099 4269
Ahmad Junaidi : 0857 3085 3477
E-mail : paslestari@gmail.com
Informasi lebih lanjut silahkan menghubungi kontak diatas
Terima kasih
Selasa, 11 Oktober 2016
Membuat Demplot EKOSISTEM RESAPAN AIR bersama Perhutani KPH Pasuruan dan LMDH Seloliman
BEKERJA BERSAMA PERHUTANI KPH PASURUAN UNTUK
MEWUJUDKAN DEMPLOT EKOSISTEM RESAPAN AIR
Pertama-tama kami ucapkan
terima kasih pada :
1. Ibu ADM Perhutani KPH Pasuruan
2. Bapak Asper / Kepala KBKPH
Penanggungan
3. Bapak Mantri / Kepala KRPH Seloliman
4. Teman-teman pengurus LMDH Desa
Seloliman
Yang mana PAS Lestari
mendapat kepercayaan untuk mengelola demplot ekosistem resapan seluas 5 (lima)
hektar pada petak 6 hutan lindung gunung Penanggungan lereng barat. Demplot
seluas 5 hektar ini persis berada di atas patirtan candi Jalatunda.
Ada beberapa syarat dari
Perhutani yang harus dipatuhi oleh PAS Lestari antara lain :
a. Dilarang menebang kayu yang ada dalam
hutan
b. Dilarang merubah hutan
c. Dilarang mencangkul
d. Harus bekerja dengan LMDH
Kami setuju dan sepakat
dengan beberapa rambu-rambu yang diberikan oleh ADM Perhutani. Soalnya target
yang kita harapkan dari pembangunan demplot adalah :
Menghambat laju air hujan
Meningkatkan peresapan
air hujan menjadi air tanah
Meningkatkan debet sumber
air
Adapun titik-titik sumber
yang ada dibawah demplot ini adalah :
1. Sumber patirtan candi Jalatunda
2. Sumber Jolotundo I
3. Sumber Jolotundo II
4. Kali Sempur
5. Kali Suko
6. Sumber Pandan
7. Sumber Segawe
8. Sumber Gutean
9. Sumber cilik
Beberapa sumber yang
mendapatkan dampak jangka panjang dari kegiatan demplot ekosistem resapan
adalah :
1. Sumber Kali Lanang
2. Sumber Kali Wedok
3. Sumber Kali Sapar
4. Sumber Ingas
5. Sumber Kali Sonten
6. Sumber Kali Lo
7. Sumber Winong
8. Sumber Kali Patri
9. Sumber Guo
1- Sumber Clumpring
1- Sumber Kali Anyar
1- umber Balekambang / Suku Domas
Sumber-sumber ini
bermanfaat langsung untuk kebutuhan masyarakat :
·
Untuk
kebutuhan ritual
·
Untuk
kebutuhan minum
·
Untuk
kebutuhan pertanian
LANGKAH-LANGKAH
MEWUJUDKAN DEMPLOT EKOSISTEM RESAPAN SUMBER AIR
1. Pemetaan medan
2. Sensus pepohonan / vegetasi tumbuhan
3. Penanaman tanaman hutan alam
4. Perawatan
5. Pengawasan
6. Laboraturium alam / studi alam
Senin, 19 September 2016
BULU EPREK SANG PENJAGA TEBING
POHON BULU EPREK SANG PENJAGA TEBING
Nama
Pohon bulu adalah sebutan local (nama se tempat) Eprek adalah salah satu jenis
pohon Bulu. Pohon Bulu masuk dalam keluarga atau family Ficus.
Pohon Bulu dapat ditemukan
di tebing-tebing terjal. Bahkan pohon Bulu eprek dapat tumbuh di dinding batu.
Jika andamendaki
Gunung Bekel (Anak Gunung Penanggungan) akan banyak bertemu dengan
tebing-tebing batu yang sangat terjal. Dan di situlah Anda akan bertemu dengan
beberapa pohon Bulu Eprek yang berdiri kokoh di atas bebatuan dan tebing
terjal.
Kenyataannya pohon
jenis Eprek cukup jarang ditemukan. Hanya ada beberapa pohon, dan itu pun
berada di ketinggian.
Mengapa
hanya terdapat di ketinggian dan tepian sungai dalam hutan ? Pertanyaan ini
patut kita renungkan dengan seksama. Menurut pendapat kami, PENCEMARAN UDARA
sangat mempengaruhi pertumbuhan pohon Bulu Eprek. Sebab, menurut beberapa warga
kaki gunung, dahulu banyak ditemukan pohon Bulu Eprek. Pohon jenis ini dulu
dapat ditemukan di sudut-sudut kebun warga, banyak di temukan di ladang, banyak
terdapat di pinggiran hutan dan banyak di temukan di tepi-tepi sungai. Warga kaki
gunung Bekel suka sekali dengan pohon Bulu Eprek selalu berbuah sehingga pohon
ini sebagai habitat burung liar.
APAKAH PENCEMARAN
UDARA SANGAT MEMPENGARUHI VEGETASI BULU EPREK ? Kami menjawab dengan lugas “YA”
sangat berpengaruh terhadap vegetasi pohon Bulu Eprek. Kami merasa yakin bahwa
kualitas udara sangat mempengaruhi vegetasi semua tumbuhan,apa lagi jenis-jenis
pohon yang sensitive dan pohon langka.
Perlu
kami kabarkan lagi bahwa, pohon Bulu Eprek sangat kuat tumbuh di atas batu,
tebing terjal dan cekungan. Jenis ini begitu cocok tumbuh di pegunungan tandus.
Dengan adanya pohon Bulu Eprek, kita tidak terlalu khawatir dengan bahaya
longsor, kita tidak terlalu khawatir dengan bahaya banjir bandang.
Ketika berbicara soal
konservasi hutan lindung, ketika kita berbicara soal penghijauan alam dan
penghijauan hutan maka seharusnya kita dapat memperbanyak jenis pohon Bulu
Eprek.
Kami
dari PAS Lestari. Mengumumkan pada seluruh khalayak umum agar memikirkan lebih
serius mengenai pohon-pohon endemic, pohon-pohon local yang layak untuk kegiatan
konservasi. Kalau hanya sekedar menanam dengan sembarang tanaman atau sembarang
pohon, kami rasa tidak terlalu memberikan banyak manfaat bagi kelestarian hutan
atau kelestarian alam.
Mari
menanam dengan mengedepankan kesesuaian dengan alam sekitarnya, kondisi
geografis, situasi medan, ketinggian dan kemiringan. Kenapa demikian? KEHENDAK
ALAM LEBIH PENTING !!!
Kamis, 15 September 2016
SYAIR UNTUK BUMI
SYAIR
UNTUK BUMI
Bumi adalah seorang ibu yang murah hati,
Dia menyediakan makanan melimpah
untuk anak-anaknya
Tak peduli, apakah anaknya seorang
maling ataupun priyayi
Walau semakin renta, dia tetap
bertahan dalam asa
Bumiku,
Andai kau dapat bicara
Polusi, Banjir, illegal loging,
Pencemaran laut, limbah, bencana
alam,
Semua adalah ulah kami para
manusia
Eeealaaah,,,, manusiaaaa,,,,,
manusiaaaaa,,,, elek tenaaaan kelakuanmu,
Elek tenan kelakuan sampean !
Tangan nakal merusak ekosistem
yang telah tercipta
Polusi udara yang tak lagi sehat
Karena sampah dimana-mana
Dari tahun ketahun hutan mu
kami eksploitasi
Dari hari kehari luasnya semakin
berkurang
Paru-parumu kami rusak
Lapisan ozon sedikit demi
sedikit semakin lebar
gleser pun terjadi di kedua kutubmu
dari hari kehari air bersih
semakin sulit untuk didapatkan
Lihat manusia yang kekurangan
Sedangkan ada manusia yang
berlebihan tapi mensia-siakan
Lagi-lagi karena ulah manusia
yang serakah
Eeealaaah,,,,manusiaaaa,,,,,
manusiaaaaa,,,, elek tenaaaan kelakuanmu
Elek sekali kelakuan anda !
Bumiku,
Andai kau dapat bicara
Tapi kau tetap diam
hanya gestur yang kau tampakkan
Alam tak lagi bersahabat
Saat kau memuntahkan isi perut
mu
membuat kami lari kocar-kacir
Manusia lari terbirit-birit,
Manungso lari tunggang-langgang gak karuan
Saat kau menggeser badan mu sedikit
saja
Manusia miber seperti kapas
yang berhamburan dan
Habitat manusia merintih,
bengok-bengok, ruwet, semrawut minta tolong sana sini
Apakah manusia tahu, bahwa
alam sedang mengingatkan ?
Eeealaaah,,,,manusiaaaa,,,,,
manusiaaaaa,,,, sek gak ngerti aeeee,,,,,
Yok opoooo, manusia iki
Terima Kasih bumi
Ku haturkan terima kasih
Kau masih mau menampung kami
di usiamu yang sudah renta ini
manusia-manusia yang tak tahu
diri ini masih tetap kau terima
kau masih menyediakan kebutuhan
untuk kami
heeeee, para manusiaa,,,??? Sudahkah
hari ini kalian berterima kasih,,,,,
Kalau belum,,, segeralah,,,
ucapkan terima kasih
Mumpung dorong kuwalat bumi
Tuhan sungguh amat sangat baik
menciptakan bumi untuk kami
Tuhan sungguh amat sayang pada
kita si penghuni bumi
Walaupun kami sang manusia ini
kadang Cuma ngiseng dan ngoyoh tok
Tetap saja di sayangi oleh tuhan
heeeee, para manusiaa,,,???
Sudahkah hari ini kalian berterima kasih pada Tuhan,,,,,
heeeee, para manusiaa,,,???
Sudahkah hari ini kalian sujud syukur pada Tuhan,,,,,
Kalau belum,,, segeralah,,,
ucapkan terima kasih
Kalau belum,,, segeralah,,,
bersujud dan bersyukur
Mumpung dorong kena laknat
Percayalah Tuhan,,,
Walaupun kami seolah gagah berani,
walaupun kami seolah kebal
Dibacok mlorok, dibedil minsel,
ditumbak lakak-lakak
Walaupun kami suka menteng kelek,
pleta-plete, pengkerak-pengkerik
Walaupun brengos kami
njlaprang koyok pikulan
Tetap saja, Kau kasih longsor
sedikit, Kau kasih banjir sedikit,
kau kasih wabah sedikit saja
Ampuuuun,,,,lumpuuuh, loyo,
nangis ngglolo
Eeealaaah,,,,manusiaaaa,,,,,
manusiaaaaa,,,, koyok yes-yes o aeee,,,manusia iki
Tuhan ada disekitar kita
Untuk itu,,ayooo,,, kita melaporkan
diri kalau kita ini adalah manusia yang cinta dengan kebudayaan
Ayoooo,,, kita laporan kalau kita
ini adalah manusia yang suka melestarikan karya-karya leluhur
ayoooo,,, berjanjilah pada dirimu
sendiri untuk tidak merusak adat, tidak merusak situs, tidak nyolongi relif-relif
Tuhan ada disekitar kita,,,bersama
saya, bersama anda, bersama kita semua
Untuk itu,, ayooo melaporkan diri
kalau kita ini adalah manusia yang cinta dengan ekosistem alam semesta
Ayooo,, laporan kalau kita ini
adalah manusia yang cinta dengan air, cinta tanah dan cinta hutan lindung
Ayooo, kita juga laporan sama
Tuhan kalau hutan produksi itu tidak bagus. Kalau hutan momogin itu tidak cocok
disebut hutan. Cocoknya adalah kebun, ada kebun mahoni, kebun jati, kebun
basia, dan kebun-kebun yang lain.
Ayooo,,, laporan kalau kita ini
adalah manusia yang menyayangi kelestarian alam semesta
Semoga manusia segera sadar untuk
menjaga ekosistem, habitat dan ekologi yang telah tercipta
Jika bukan kita, siapa lagi
yang akan menjaga keseimbangan alam ini.
Jika bukan manusia, siapa
lagi. Tidak ada lagi harapan Tuhan selain kita.
Semoga kita sadar dan
mengerti, amiiin
Oleh : AHMAD JUNAIDI
Selasa, 13 September 2016
Mendengarkan Suara Alam adalah sebuah PERENUNGAN
MENDENGARKAN SUARA ALAM
Adalah sebuah perenungan yang patut untuk disimak
Saudaraku
semua sebangsa dan setanah air
Bukan
maksud saya untuk berkhotbah atau memberikan kuliah pada saudara semua.
Saudara
semua tahu siapa saya, saudara semua sudah paham siapa saya. Kita semua sama,
kita semua juga sadar kalau saya, anda dan kita semua bukan orang baik. Tidak
ada jeleknya jika pada kesempatan baik ini, kita berbagi sesuatu yang
seharusnya kita bagikan. Tidak ada salahnya jika kesempatan baik ini kita manfaatkan
untuk sharing, tukar ilmu, tukar wawasan dan bertukar berbagai hal. Dan tidak
ada jeleknya kita berbicara yang baik-baik agar menghasilkan kebaikan.
Saudara
semua sebangsa, sekampung, setanah dan seair
Seiring
dengan bertambahnya usia, seiring pula dengan bertambahnya umur bumi yang kita
pijak ini. Saya tidak akan mengupas soal perbedaan antara tua dan dewasa.
Karena itu memyangkut soal kepribadian. Alangkah baiknya jika kita mengulas
media hidup kita, kita ngrasani sarana kita untuk hidup. Yaitu yang bernama
bumi dan alam semesta serta segala fenomena alamnya.
Saudara
semua sekampung sepenanggungan
Kampanye
soal bumi, teriak-teriak soal alam, berkoar-koar soal pelestarian, ceramah soal
kebudayaan adalah visi dan misi PAS Lestari. Lembaga PAS Lestari wajib
melakukan hal tersebut diatas. Saya selaku pengemban tugas republic PAS Lestari
harus terus menerus menyuarakan dan terus menerus beraksi sekecil apapun. Baik
soal alam semesta dan kebudayaan nya.
Untuk
itu maklumilah kawan,
Kalau
tiba-tiba saya datang dan langsung berkoar-koar soal kebudayaan
Harap
maklum,
Kalau
tiba-tiba saya muncul tanpa diundang dan langsung berkumandang soal pelestarian
alam
Perilaku
gila yang sedang saya perankan ini adalah sebuah tuntutan dari Negara republic
PAS Lestari Seloliman. Lelaku gendeng iki gak digae-gae dolor, iki mono bagian
dari strategi lembaga republic PAS Lestari. Oleh karena saya ini kedapuk
pengurus, mau tidak mau harus memeras otak, memeras tenaga dan pikiran, demi
sebuah cita-cita agung yang bernama konservasi hutan, perlindungan sumber air,
konservasi resapan, konservasi DAS, agroforestry, pembibitan, perawatan tanaman
hutan dan pengembangan kebudayaan, pelestarian kesejarahan serta segala
kelengkapannya. Yang asalnya tidak tahu, harus tahu, yang asalnya tidak
berjaringan menjadi wajib berkolaborasi.
Saudara
ku
Pada
hari bumi tanggal 22 juli beberapa bulan lalu ditahun ini, Lembaga PAS Lestari
menjalankan aksi kecil. Saya mengangkat tema soal cinta air, tanah dan hutan.
Saya beserta para pengikut setia republic PAS Lestari mengumandangkan,
mengingatkan pada khalayak ramai soal kelestarian dan soal keberlanjutan. Ojok
mek ngoyoh ambek ngeseng tok orep gek jagad raya iki. Jangan hanya sekedar
kencing dan buang hajat saja ! inilah pesan yang kami sampaikan pada khalayak
umum.
Saya
paham betul kondisi kita. Saya faham bagaimana kondisi saya, kondisi
kawan-kawan, kondisi masyarakat negeri kita. Kita semua tidak pernah mendapat
pelajaran soal cinta terhadap hutan, cinta terhadap tanah, cinta terhadap air.
Yang kita pelajari semasa sekolah hanyalah Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu
Pengetahuan Sosial. Hanya pengetahuan saja dolor, mek kaweroh tok. Bukan
pelajaran pengertian, bukan pelajaran pemahaman dan bukan pelajaran kecintaan.
Dudu ajaran pangerten. Oleh karena itu, wajar kalau terkadang kita tidak paham
pentingnya ideology. Mumpung kita semua masih punya kesempatan untuk mendalami
apa itu ideology, mari bersama republic PAS Lestari kita dalami, kita salami
dan kita pahami.
Pada
tanggal 26 Januari 2010, di kampung kita telah terjadi bencana alam berupa
banjir bandang. Curah jero bajir lumpur,
curah jero banjir batu. Jalan antar kampung putus, jaringan listrik putus, pipa
air minum putus, pohon-pohon tumbang, sawah terisi pasir. Kerugian yang
dirasakan oleh warga sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) curah jero cukup
tinggi. Untungnya tidak terlalu dirasakan. Apa yang terjadi? Dampaknya adalah :
Curah jero semakin jero, curah jero semakin lebar, curah jero semakin curam. Apakah
kita ingat kalau bulan juli, agustus dan September 1996 negara panen kayu
mahoni disekitar pusat longsor? Karena kita tidak dikenalkan dengan pelajaran
analisa, karena kita tidak pernah diajarkan dengan ilmu tela’ah kritis. Tentu
saja kita tidak memikirkan sumber permasalahanya. Karena tidak kita pikirkan,
maka kita tidak menelusuri sebab musababnya, karena kita tidak perhatian, kita
tidak akan mencari akar permasalahannya. Cekak cingkrange, awak dewe iki hanya
cukup puas dengan kabar kalau januari itu curah hujan tinggi, atau puncak musim
hujan. Cekak cingkrange, awak dewe iki cukup adem dengan ceramah, ini
peringatan dari Tuhan kepada makhluknya. Cekak cingkrange awak dewe cukup ayem
dihibur oleh para cerdik pandai, oleh para ahli tafsir mimpi, longsor iki mono
kerono obae ulo nogo topo, iki mono ulo nogo mudun gunung.
Inilah
salah satu alasan saya dan beberapa teman mendirikan lembaga PAS Lestari. Inilah
salah satu latar belakang berdirinya PAS Lestari. Melihat, mendengar,
menelusuri, mengkaji, merumuskan, beraksi dan menjaga keberlangsungan. Walaupun
hanya kecil sekali, walaupun hanya sedikit sekali, walaupun tidak terlalu
berarti.
Kalau
kita bisa kritis terhadap perubahan, maka kita akan tahu kalau di beberapa
candi diatas sana, dilereng pawitra. Telah terjadi penyimpangan sejarah, telah
terjadi penyelewengan sejarah. Budaya leluhur bangsa kita, sejarah cikal bakal
berdirinya negeri kita telah dibelok-belokkan oleh orang-orang gila,
orang-orang gendeng pengakuan, orang-orang yang tanggungjawab hidpnya tipis,
orang-orang yang perlu dipertanyakan eksistensinya. Dibeberapa lempeng candi,
samar-samar terdapat logo menyerupai logo kerajaan majapahit.
Padahal
bukan dulur ,! Itu tipu muslihat dulur!
itu adalah logo organisasi tetangga. Ngeri sekali!!!. Logo adalah lambang,
lambang adalah identitas. La, kalau logo sudah menyimpang, apakah identitas
juga ikut menyimpang? Sudah pasti menclek dulur !!!. Kalau anda penasaran,
kapan-apan kita muncak bareng dan kita saksikan bareng cikal bakal kemenclekan
dan kemelencengan generasi mendatang.
Ini
lah salah satu alasan kenapa PAS Lestari berdiri. Kita harus meluruskan. Tidak
boleh ada pembelokan, tidak boleh ada penyusupan sejarah, tidak boleh ada
pergantian sejarah, tidak boleh ada degradasi sejarah.
Saudara-saudara,
Silahkan
saja ada degradasi moral, silahkan saja ada degradasi social. Karena mungkin
saja modernisasi butuh bukti. Mungkin saja kemajuan teknologi butuh perubahan
moral.
Ekosistem
alam semesta ini harus tetap seimbang, kelestarian hutan harus tetap
berkelanjutan, sejarah harus lurus, kebudayaan harus tetap.
Saudaraku,
Mari
bersama-sama PAS Lestari, kita komit menjaga alam semesta. Disela kesibukan
pribadi, kita sempatkan sesaat untuk berbuat untuk alam. Disela mencari makan,
kita sempatkan untuk berbuat. Disela mencari uang, kita sempatkan untuk
berbuat. Saya selaku ketua dan atas nama pengurus, membuka peluang seluasnya,
selebar-lebarnya buat saudaraku semua. Mari kita sediakan waktu untuk diskusi,
untuk jagongan, untuk menyusun aksi, untuk merumuskan sesuatu, untuk memahami
alam, untuk memikirkan hutan, untuk beraksi. Sekecil apapun, sesingkat apapun,
yang penting bermanfaat dan yang penting bermakna.
Demikian
sekilas perenungan yang patut untuk direnugkan. Semoga perenungan ini menggugah
semangat kita, semoga perenungan yang singkat ini membawa alam kesadaran kita
yang asalanya tidak tahu menjadi tahu, yang asalnya tidak mengerti menjadi
paham.
Dan
saya ucapkan terima kasih atas segala atensi dan perhatian saudara semua,
sampai bertemu kembali di waktu dan gelombang yang sama, tetap semangat
membangun negeri bersama republic PAS Lestari.
Oleh DIrektur
PAS Lestari
MULYONO
10 September
2016
Sabtu, 10 September 2016
Hutan Rumah Dalbo
HUTAN RUMAH DALBO
Dalam rangka melakukan aksi penyelamatan
hutan lindung gunung Penanggungan (Pawitra), PAS Lestari mengadakan dialog
terbuka bersama para pihak baik perorangan maupun perusahaan. Adapun yang
terlibat dalam dialog ini adalah New Hexa dan Erlangga Djoyo.
Inilah kisi-kisi materi dialog yang diiringi
oleh teater PAS Lestari
KONSERVASI ALAM DAN BUDAYA
Paradigma baru masyarakat pinggiran hutan dan pola interaksinya
terhadap alam
Dibahas dalam mimbar
bebas dengan tema Forest Home Dalbo
Sabtu pon, 10
September 2016
Latar
Belakang
Hutan
lindung kawasan gunung Penanggungan adalah jenis hutan tropis dataran rendah
kering. Kecenderungan hutan jenis ini sangat heterogen. Vegetasi tumbuhan
antara tanaman yang satu dengan yang lain sangat erat kaitannya. Antar tanaman
/ pepohonan saling bergantung dalam melangsungkan kehidupannya. hutan tropis
dataran rendah kering sangat unik dan menarik untuk dikaji lebih mendalam. Kelengkapan
keanekaragaman flora dan fauna yang terdapat pada hutan di kawasan Gunung
Penanggungan.
·
Karakter
tumbuhan hutan lindung di gunung Penanggungan.
Dapat
dipastikan bahwa hutan tropis dataran rendah kering didominasi oleh pepohonan
dengan jenis dedaunan yang sangat khas.
Jenis
pepohonan hutan alam tropis mempunyai kemampuan tingkat tinggi dalam menyimpan
air. Tidak heran jika terdapat sumber-sumber air disekitar kaki hutan.
Populasi
berbagai jenis fauna endemic. Karena hutan alam tropis rendah kering
menyediakan banyak makanan bagi habitat burung dan mamalia.
Bagaimana
seharusnya interaksi antara manusia dan alam dihutan lindung gunung
Penanggungan?
Bagaimana
seharusnya melestarikan hutan lindung?
Masyarakat
pinggiran hutan memiliki kewajiban bersikap arif dan bijaksana terhadap hutan
lindung.
Mengapa
kita harus faham dengan ekosistem hutan lindung?
Apa
yang disebut dengan ekosistem?
·
Mensakralkan
hutan alam tropis penanggungan / pawitra dan hutan jolotundo.
“Hutan
Rumah Dalbo” adalah salah satu strategi menghantui diri sendiri dan orang lain
agar tidak merusak hutan.
Perlunya
konservasi hutan. Dan perlunya berbasis kebudayaan karena potensi kesejarahan.
Mereklamasi bekas-bekas alih fungsi di hutan lindung.
Pas
Lestari berkomitmen untuk mengangkat isu konservasi alam berbasis sumberdaya
hutan lindung khususnya di kawasan gunung Pawitra.
Langganan:
Postingan (Atom)















